RESUME ISD

Pada pertemuan tanggal 14 September 2009, dilaksanakan pertemuan pertama kali untuk pelajaran Ilmu Sosial Dasar (ISD) di kampus D ruang 340 Universitas Gunadarma. dengan pembicara nya :

  • Widyo Nugroho
  • Moch. Wisuda
  • Erik Saut H. Hutahaean
  • Irfan
  • Emil
  • Misa

Hal – hal yang mengenai Ilmu Sosial Dasar:

1. Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar sebagai Soft Skill

Mata kuliah ini diberikan setiap semester disetiap mata kuliah yang ada pada kurikulum diprodi masing-masing mahasiswa (KRS), ditandai dengan tanda pagar (#). Soft skill bukan berupa mata kuliah utama, dan tidak memiliki praktikum serta mata kuliah ini pula tidak ada Ujian Tengah Semesternya (UTS) dan Ujian Akir Semesternya (UAS), tetapi walaupun bukan mata kuliah utama dan tidak memiliki UTS dan UAS, matakuliah ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa agar mereka mendapatkan ilmu Soft Skill.

2.  Cara penilaian dalam mata kuliah ISD sebagai soft skill tergantung portfolio

Penilaian mata kuliah ini terganung bagaimana kreatifitas dan inofasi pada blog yang diupload oleh mahasiswa pada masing-masing studentsite (tulisan), serta tugas yang diberikan oleh dosen yang juga dishare pada blog dan diupload pada studentsite pula (tugas). Tugas, dan tulisan ini akan masuk pada portpolio masing-masing mahasiswa, dan penilaan mata kuliah ini sangat tergantung pada terupdatenya portpolio tadi.

3. Pertemuan dan tatap muka dengan Pengampuh hanya 1 bulan sekali.

Dalam proses pembelajaranya mata kuliah ini tetap didamping oleh pendamping (pengampuh). Untuk mahasiswa tingkat satu Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Informatika, Pengampuh terdiri dari tim dosen yang beranggotakan 6 dosen, tatap muka dan interaksi mahasiswa ke pendamping (pengampuh) hanya satu kali pertemuan dalam satu bulan, dimana pertemuan tersebut ditentukan harinya oleh tim dosen.

4. Aktifitas wajib mahasiswa untuk mata kuliah ISD:

–  Buat Blog minimal 2 dan senantiasa diupdate isinya,

–  Sering membuka studentsite masing-masing,

–  Searching internet melalui beberapa search-engine seperti Google, wikipedia, Ugpedia, Wartawarga, dll. Untuk mencari hal – hal yang nantinya mendukung isi tulisan & inspirasi blog bagi mahasiswa.

Latar Belakang dan Pengertian ISD

Latar Belakang diberikannya ISD adalah banyaknya kritik yang ditunjukan pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah para cendiktiawan, terutama pendidikan kita berbau colonial, dan masih merupakan warisan sistem pendidikan Pemerintahan Belanda. Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya sempit, padahal sumbangan pemikiran dan adanya komunikasi ilmiah aantara disiplin ilmu diperlukan dalam memecahkan berbagai masalah sosial masyarakat yang demikian kompleks.

Pendidikan tinggi mengharapkan menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan seperti

–  Kemampuan akademis adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan amupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berfikir logis, kritis,sistematis dan dapat merumuskan masalah yang dihadapi.

–  Kemampuan profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya

–  Kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia.

Agar dapat sukses seeorang manusia harus memiliki 4 inteligent yaitu :

SQ(spiritual Quotient), IQ(Inteligent Quotient), EQ(Emotional Quotient) dan AQ(Adversity Quotient)

1. SQ (Spiritual Quotient) berkaitan dengan dengan kecerdasan spiritual kita yang mempengaruhi tindakan seseorang untuk melakukan suatu tindakan ditinjau dari baik atau buruknya tindakan tersebut.

2. IQ(Inteligent Quotient) berkaitan dengan kecerdasan intelektual seseorang biasanya orang yang memiliki IQ>100 maka ia memiliki kecerdasan yang cukup memadai di bidang akademik. IQ juga bisa termasuk kreativitas, kepribadian, perilaku, pengetahuan, atau  kebijaksanaan

3. EQ(Emotional Quotient) berkaitan dengan kecerdasan seseorang mengendalikan emosi nya biasanya orang yang EQ nya dibawah rata-rata orang tersebut bertemperamen sangat keras ia sulit untuk mengendalikan emosi nya berbeda dengan orang yang memiliki EQ yang tinggi maka akan tercermin dari perilakunya yang lemah lembut, sopan santun, murah senyum.

4. AQ (Adversity Quotient) berkaitan dengan daya banting seseorang maksudnya adalah suatu keadaan dimana seorang tersebut sedang menghadapi masalah yang besar jika AQ nya tinggi maka ia akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara sistematik dan sabar, tetapi jika AQ orang rendah maka ia akan stress atau mungkin tidak kuat jika menghadapi masalah / musibah yang datang.

NAMA : ACHMAD SAUGI

NPM : 51409810

KELAS : 1IA05

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: